PA Tanjungkarang Terima Kunjungan Studi Tiru PA Muara Sabak Terkait Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK
PA Tanjungkarang – Kamis, 7 Mei 2026
Pengadilan Agama Tanjungkarang menerima kunjungan studi tiru dari Ketua Pengadilan Agama Muara Sabak, Romi Maulana, S.H.I., M.H. beserta tim dalam rangka mempelajari pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Kunjungan ini diterima langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Tanjungkarang, Yopie Azbandi Aziz, S.Ag., M.H. bersama jajaran pimpinan dan aparatur PA Tanjungkarang.
Kegiatan ini dilaksanakan karena Pengadilan Agama Muara Sabak merupakan salah satu Pengadilan Agama Kelas II di wilayah PTA Jambi yang diusulkan untuk meraih predikat WBK. Kegiatan diawali dengan kunjungan Ketua dan Tim PA Muara Sabak ke ruang Ketua Pengadilan Agama Tanjungkarang untuk berdiskusi bersama Panitera terkait strategi, pengalaman, serta kiat-kiat dalam meraih predikat WBK. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat berbagi pengalaman dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Selanjutnya kegiatan studi tiru dilaksanakan di Aula Cakra Pengadilan Agama Tanjungkarang. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PA Muara Sabak, Romi Maulana, S.H.I., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir sekitar pukul 09.30 WIB akibat kendala perjalanan. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh keluarga besar PA Tanjungkarang serta menyampaikan tujuan kedatangannya untuk menimba ilmu dan pengalaman terkait pembangunan Zona Integritas.
Beliau juga menyampaikan bahwa dari tiga Pengadilan Agama yang diusulkan di wilayah PTA Jambi, PA Muara Sabak merupakan salah satu PA Kelas II yang mendapat kesempatan untuk diusulkan meraih predikat WBK. Namun demikian, berdasarkan hasil penilaian administrasi yang diumumkan beberapa hari sebelumnya, PA Muara Sabak belum berhasil lolos pada tahap administrasi penilaian Badilag.
Meskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat jajaran PA Muara Sabak untuk terus belajar dan berbenah demi mewujudkan satuan kerja yang bersih dan berintegritas. Beliau berharap melalui kegiatan studi tiru ini, PA Muara Sabak dapat memperoleh wawasan serta inspirasi dalam melanjutkan pembangunan Zona Integritas ke depannya.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Tanjungkarang, Yopie Azbandi Aziz, S.Ag., M.H. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini merupakan kali ketiga dilaksanakan di PA Tanjungkarang, setelah sebelumnya menerima kunjungan dari MAN 1 Bandar Lampung dan PTUN Bandar Lampung.
Beliau menjelaskan bahwa pembangunan Zona Integritas di PA Tanjungkarang telah dilakukan selama kurang lebih lima tahun secara bertahap dan berkelanjutan. Langkah awal yang dilakukan ketika menjabat sebagai Ketua PA Tanjungkarang adalah melakukan mapping atau pemetaan terhadap sejauh mana pembangunan Zona Integritas telah berjalan, kemudian dianalisis menggunakan metode SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang ada.
Selain itu, beliau menegaskan pentingnya ketelitian dalam pengelolaan dokumen. Dalam hal ini, Wakil Ketua memiliki peran penting untuk memastikan seluruh dokumen pendukung tersusun dengan baik sebelum memasuki tahap desk evaluasi. Setelah lolos administrasi dan desk evaluasi, tahapan berikutnya adalah observasi lapangan.
Ketua PA Tanjungkarang juga menyampaikan bahwa keberhasilan meraih WBK tidak terlepas dari perubahan mindset dan culture set seluruh aparatur. Menurut beliau, pembangunan Zona Integritas harus dimulai dari perubahan pola pikir dan budaya kerja yang nyata serta dapat terlihat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Beliau turut membagikan prinsip “3M” dalam pembangunan Zona Integritas, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan mulai dari hal-hal kecil. Selain itu, beliau menekankan bahwa desk evaluasi bukan hanya sekadar penilaian administratif, tetapi menjadi sarana untuk meyakinkan tim penilai bahwa satuan kerja benar-benar layak memperoleh predikat WBK.
Di akhir sambutannya, Ketua PA Tanjungkarang mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan mempertahankan capaian yang telah diraih dengan menghindari pelanggaran disiplin serta terus bekerja secara maksimal dan ikhlas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

